Raut Wajah Ceria, Walau Training Sampai Sore

This slideshow requires JavaScript.

JATIMAKMUR – Inilah salah satu cerita yang yersisa dari Training Effective Learning di MI Al-Ikhlas minggu lalu. Tidak seperti sekolah-sekolah lainnya di Jakarta yang sudah menerapkan program fullday school, MI Al-Ikhlas masih tetap dengan tradisi lama. Yakni, siswa/i belajar efektif di kelas hanya sampai jam 13.00 WIB. Kalau di sekolah lain, para siswa baru pulang sekitar jam 15.00 WIB, para siswa MI Al-Ikhlas bisa sudah bersantai di rumah pada jam 13.00 WIB.

Maklum, selepas adzan Dzuhur, jam pelajaran sudah tak ada. Mereka tinggal melaksanakan shalat jama’ah dzuhur berjamaah di Masjid Al-Ikhlas yang letaknya tepat di depannya. Menurut kepala sekolah, pihak sekolah memang sengaja tidak mengadakan fullday school bagi para siswanya, karena mereka tak ingin siswa/i terlalu capek dan mendapatkan beban yang berat dalam belajar.

“Selain itu, pertimbangan kami karena memang melihat kondisi sekitar lingkungan sini yang belum memungkinkan untuk diadakan fullday school. Tapi, kami yakin walaupun tanpa fullday school, MI Al-Ikhlas tetap komitmen untuk memberikan kualitas pendidikan baik bagi siswa-siswinya,” terang Pak Marulloh, sang Kepsek.

Nah, di sinilah kisah ini berawal. Para siswa itu tak terbiasa pulang sore, sementara training effective learning yang diperuntukkan mereka dilaksanakan sampai jam 15.00 WIB. Pihak sekolah sempat kuatir, jangan2 para siswa akan banyak yang mengantuk atau malas2an mengikuti training.

Namun, dari pantauan tim Riung Center, ternyata para siswa MI Al-Ikhlas selalu bersemangat mengikuti training selama 4 hari itu. Bahkan hingga menjelang sore, tetap terlihat raut keceriaan di wajah mereka. Hal itu tak lepas dari kepiawaian dua orang trainer dalam menyampaikan materi-materinya. Keduanya mampu membuat anak-anak menangkap materi dengan mudah dan menyenangkan. Di hari terakhir pun, saat kedua trainer pamitan hendak pulang, banyak siswa yang berebutan salaman. Ada pula yang matanya terlihat menahan air mata.

“Selamat jalan ya, Ustadz… Hati-hati ustadz…” ucap salah satu di antara mereka. [KHO]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s